Salam wrt,
Aunt Swee Moi's funeral ceremony went smoothly, kata abangku. She was cremated katanya lagi. Semoga ayah di rumah dapat tabahkan hatinya. Tidak dapat kukirimkan apa2 kepadanya kecuali kalam-kalam Allah...
Somehow, it might seem imperceptible to us... but I realized how with the smallest of things, or the biggest of things, Allah could make us happy if He wanted to. Like the rain (yes, I really love the rain).. Some people might say, "Oh, it's raining again.." and continue doing whatever it is they're doing but some might jump up and down with happiness and feel a sense of relief and hope. To me, rain is a sign that Allah is still here, right here beside us, caressing us with every drop of rain.
"Allah-lah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu kau lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila Dia menurunkannya kepada hamba-hambaNya yang Dia kehendaki tiba-tiba mereka bergembira.."
Ar-Rum, 30:48
Kita sering mabuk dengan kegembiraan dan asyik dalam kejayaan yang kita peroleh sampai kadang-kadang kita lupa semua kekuasaan, semua kekuatan yang kita ada bukanlah milik kita. "Strength is with none but Allah"! Every victory that we achieve, every paper that we score, every exam that we succeed with flying colours, it is all in the power of Allah. Dia berkuasa untuk menjayakan kita dan Dia juga berkuasa untuk menggagalkan kita.
And because of our inevitable tendency to forget, Allah reminds us that with every victory we achieve, always remember to tasbih and istighfar.
"Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima Taubat."
An-Nasr, 110:1-3
Tetapi kenapa Allah nak beri kita kemenangan? Maybe it is a test from Him to see how grateful we are towards Him. Do we still remember Him after all the achievements and the success? Sedar tak sedar, setiap masa pun kita diuji, di kala sedih dan juga di kala kita gembira.
And...
"(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu,"Sungguh Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut." Dan tidaklah Allah menjadikannya melainkan sebagai kabar gembira agar hatimu menjadi tenteram kerananya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana."
Al-Anfal, 8:9-10
Sweet kan Allah? Memberi kita kemenangan hanya kerana Dia tahu, kita gembira dengan kemenangan itu (setelah berusaha gila2)...
Oleh itu, ingatlah Allah pada setiap masa... =)
ps. blog akan hiatus... (walaupun sblm ni byk je hiatus2nya)
Wallahu'alam.

Pemergianmu membuatku sedih, rindu menggamit kalbu...
Seribu kesalan kerana tak dapat kuluahkan semuanya, tak mampu untuk melakukannya...
Gelak tawamu dan keceriaanmu akan sentiasa mengiringi perjalananku...
Ketabahanmu akan sentiasa kuingati.
Terima kasih kerana sentiasa menyokongku..
Aunt Goh Swee Moi
(1949-2009)
Salam wrt,
Bismillahirrahmanirrahim
Inilah dia kucing yang selalu dalam tajuk perbualan seharian kita, tidak kira di 8th floor atau di 9th floor atau di mana-mana sahaja. Ramai mengatakan mukanya penyek, mukanya garang, bulu lebat macam karpet, suka baring2 dgn position yg kurg sopan, busuk sbb tk mndi, karpet habis dicakar-cakarnya, mcm2 lagilah..
Tetapi walaupun org selalu mengatakan ttg dia, Bam bam inilah, Bam bam itulah... tetapi tetap ada org dtg menjenguknya... mungkin bagi mereka seekor kucing inilah pengubat hati mereka, menceriakan duka hati yang lara (chewah..!). Walaupun malas dan kadang-kadang tidak mahu melayan orang, tetapi keberadaannya dah cukup untuk menyejukkan hati. Cukup terharu juga bila dia bermiao dgn kuat sekali setiap pagi untuk mengejutkan org subuh... Jarang sekali mahu bermain, tetapi bila dia bermain, hati kita pula yang terasa riang... Suka pula pandang orang dengan mata besarnya dan muka kesiannya, sengaja mahu menagih simpati dan bermanja-manja.
Terfikir pula aku mengapalah makhluk sebegini diciptakan?
Isn't everything created in this world is for us humans? Ayam yang berkokok setiap pagi (kat Russia ni tak pernah pula jumpa, tapi teringatkan ayam di kampung), matahari yang bersinar di luar sana membuatkan org Russia yg depressed se depressed-depressednya pun happy, malam sebagai waktu rehat, org-org yg di sekeliling kita sebagai peneman hidup, pokok-pokok hijauan yg membekalkan O2 kpd kita dan mcm2 lg.. Allah itu kan sifatnya Al-Wahhab... memberi dan terus memberi.. tak pernah jemu memberi.. siang dan malam kita berdoa kepadaNya, tidak pula Dia jemu mendengarnya dan insyaAllah Dia akan kabulkan doa kita, Allah tak pernah pun memberi sesuatu yg tiada kegunaannya utk kita, memberi pula tanpa diminta... Rasa-rasanya, tak pernahlah pula kita minta seorang mak yang penyayang, baru Allah nak bagi, betul tak? Mak, sejak dari lahir sentiasa ada di sisi kita...
Actually, every single thing in this universe-if we just stop and ponder about it-has its own role and use and everything is not created just for fun, or just because He wants it there, He puts it there. And He creates all these for us. Just for us. In hopes that we use them the best we can, for the good.
"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang." QS An-Nahl, 16:18
Is He not the Most Giving and the Most Loving?
"Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata),"Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka." QS Ali-'Imran, 3:191
ps.Rasa macam gambar tu tak bagi enough credit kat Bam bam. Serious muka dia tkdelah garang mcm ni...
Wallahu'alam.
Salam wrt,
Baru sudah lepas lecture Microbiology tadi (menjeling-jeling orang sebelah yang dgn muka gembiranya dan bisikan "yes!"nya selepas cikgu melepaskan kami pergi). Next week, kita jumpa lagi ya, Maianskii! (InsyaAllah).
Maianskii ni mengingatkan aku kepada byk org... atuk aku especially. Teringat bagaimana atuk aku masih boleh tersenyum dan gelak ketawa bersama cucu-cucunya dan cicit-cicitnya tanpa kedua-dua belah kakinya. Masih boleh berbual dan menanyakan tentang pelajaran kami walaupun menahan kesakitan dan menelan ubat yang bermacam-macam colour setiap hari. Tak terlihat pun kesedihannya jika seorang cicitnya takut kepadanya kerana tidak mempunyai kaki yang sempurna. Atuk sudah lama meninggalkan kami - 7 years to be exact - terasa amat sunyi setiap kali aku menjejakkan kaki di 9th floor, flat 38, tanglin halt st. Semoga roh Atuk dicucuri rahmat olehNya...
Maianskii pula tidak berputus asa dalam perjuangannya, walaupun diuji dgn dua kali stroke! Dia tetap datang ke kelas untuk mengajar murid-muridnya. Kalau ada sahaja yang tidak kami fahami, dia sentiasa bersedia utk terangkan semula.
Minggu ini, Maianskii bg lecture ttg immunity, mainly about vaccination. But i'm more interested in immunity itself. I've drawn up this conclusion (merely hypothetical):
Daie = immune to rejections.
Undoubtedly, we will face endless rejections or even worse; taunts, insults and whatnot. But what I've learned from my own mistakes and others' experiences (which are unmistakably, much more than what little adversity i've gone through) is that with every obstacle that we face, whether we are willing to or not, we certainly MUST develop our own immunity towards it. The rejections may keep on coming, obstacles will keep rolling down our way but all we have to do is have faith. Have faith that with each rejection and each obstacle we face, it is to strengthen us.
Let us take an example from Prophet Nuh. His da'wah went on for 950 years but no matter what he did, his people still rejected him. To the point where they plugged their ears with their own fingers and covered their faces each time Nuh came to meet them (they were "that" disgusted of Nuh). But he never once gave up his da'wah in that 950 years of his life.
Rasulullah himself was acquainted with plenty of rejections and not merely verbal ones, he was even beaten, thrown stones at, boycotted by his own beloved people. And with that too, he still continued his da'wah. I'm sure many of us know about Prophet Muhammad's journey to Taif, after he was badly beaten and taunted at, he rested under a tree. Adas (a helper in a farm) came up to him and gave him grapes. Before eating them, Rasulullah recited basmallah. Adas was surprised to hear him recite basmallah and said "Wallahi, that is not something usually said by the people around here." The Prophet then asked Adas,"Dear Adas, where are you from and what is your faith?" Adas said,"I am a Nazareth from Ninawai." Prophet Muhammad asked him again,"Do you come from the same place as Yunus bin Matta, the loyal servant of Allah?" "What do you know of Yunus bin Matta?", Adas asked. "He was a Prophet, as am I." And with that, spontaneously Adas hugged the Prophet and kissed his hands.
How subtle and delicate the way Muhammad pbuh touched Adas, even after he received such great torment from the people of Taif.
Such great strength and will. Muhammad pbuh was able to continue his dakwah in so many colourful ways.
If it were to be compared with us, terasa betapa kecilnya pengorbanan kita untuk Ad-Deen ini! Betapa ringannya bantahan dan tohmahan yang kita terima berbanding Rasulullah SAW! Tetapi acap kali apabila ajakan kita ditolak, kita murung dan sedih tak berkesudahan.
Always remember (a reminder to yours truly too) that with every rejection we face, shouldn't stop us from doing what we are doing. Bukan kita yang berkuasa untuk memberi hidayah kepada orang, kerja kita hanya mengajak... mengajak kembali kepada fitrah, mengajak kembali kepada Islam... the rest is all up to Him. Jika yang diajak itu tidak mahu menerima (setelah diajak dgn penuh sungguh-sungguh dan bercurah peluh keringat), yes, maybe we are entitled to feel a bit dejected tapi selepas itu kita harus bangun kembali, kita harus develop immunity towards rejection (atau apa2pun yang menjadi penghadang ketika kita berlari).
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk."
An-Nahl, 16:125
ps. sambil tulis, sambil terasa kat diri sendiri... T_T
Wallahu'alam.
Sewaktu masih kecil Husain (cucu Rasulullah Saw.) bertaya kepada ayahnya, Sayidina Ali ra: "Apakah engkau mencintai Allah?" Ali ra menjawab, "Ya".
Lalu Husain bertanya lagi: "Apakah engkau mencintai atuk (Rasulullah SAW) dari Ibu?" Ali ra kembali menjawab, "Ya".
Husain bertanya lagi: "Apakah engkau mencintai Ibuku?" Lagi-lagi Ali menjawab,"Ya". Husain kecil kembali bertanya: "Apakah engkau mencintaiku?" Ali menjawab, "Ya".
Terakhir Si Husain yang masih kecil itu bertanya, "Ayahku, bagaimana engkau menyatukan begitu banyak cinta di hatimu?" Kemudian Sayidina Ali menjelaskan: "Anakku, pertanyaanmu hebat! Cintaku pada atuk dari ibumu (Nabi Saw.), ibumu (Fatimah ra) dan kepada kamu sendiri adalah kerena cinta kepada Allah".
Karena sesungguhnya semua cinta itu adalah cabang-cabang cinta kepada Allah Swt.
Comel kan?? =)
Salam wrt
Greetings of peace to all my brothers and sisters!
Afwan kerana sejak kebelakangan ini, banyak posts yang berbaur emosi... It's been a few tough weeks for me, and more tough weeks to come. But no matter what, perjalanan kehidupan mesti diteruskan sehinggalah dipanggil oleh Yang Maha Esa. Semoga setiap langkah yang kita ambil bukanlah sia-sia bahkan membawa kita lebih dekat kepadaNya, insyaAllah.
Ingin aku ceritakan sebuah kisah yang berlaku dahulu.
Tetapi sebelum itu, aku ingin mengungkap semula firman Allah SWT,
"Teman-teman akrab pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertaqwa." (Az-Zukhruf, 43:67)
Tersebutlah suatu kisah terdahulu terdapat seorang ni yang sgt kuat beribadah... Orang lain takkan kenalnya melainkan melalui ibadah yang dia lakukan. Jumpa je-tgh beribadah... Jumpe lagi-masih beribadah... Jumpe siang dan malam pun tekun beribadah. Namanya Al-Qis. Pada suatu hari, Al-Qis bertemu dengan Salamah (mungkin tidak tepat jika dikatakan bertemu dengannya, tetapi bertemu dengan suaranya) and for the first time, Al-Qis sangat kagum pada Salamah (suaranya). Salamah merupakan hamba seorang pemuda Quraisy. Pemuda Quraisy tersebut mengajak Al-Qis masuk ke rumahnya dan mendengar nyanyian Salamah.
Mula-mulanya Al-Qis tak nak tetapi setelah dipujuk rayu oleh pemuda Quraisy itu, Al-Qis pun menerima. Tetapi Al-Qis berkata,"Janganlah kau letakkan aku di tempat yang aku boleh melihat wanita itu dan wanita itu juga melihat aku!"
Al-Qis pun terus menikmati suara Salamah sehingga satu hari tuan Salamah menyuruh Al-Qis membawa Salamah ke rumahnya. Pada mulanya, Al-Qis tidak mahu tetapi lama-kelamaan, Al-Qis pun membawa Salamah ke rumahnya.
Dan perasaan cinta mulalah berputik di antara mereka berdua sehingga seluruh penduduk Mekah mengetahui perihal mereka berdua.
Sehinggalah suatu hari mereka hampir-hampir sahaja hendak bersentuhan, Al-Qis sempat menghalang dirinya sendiri. Al-Qis berkata,"Sesungguhnya, aku mendengar Allah berfirman: 'Teman-teman akrab pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertaqwa.' Aku tidak mahu persahabatan kita berubah menjadi permusuhan di akhirat nanti."
Salamah pula berkata,"Adakah engkau kira bahawa Tuhanmu tidak akan menerima taubat kita apabila kita bertaubat kepadaNya?"
"Benar, namun aku merasa tidak aman jika kematian itu datang kepadaku secara tiba-tiba."
Al-Qis pun bangun berlinangan air matanya dan meninggalkan Salamah dan selama hidupnya tidak pernah berjumpa dengannya lagi.
(Adapted from "Kisah-kisah Para Pencari Tuhan")
Cinta merupakan fitrah manusia. Namun, adakah kita mahu cinta dunia atau cinta hakiki, cinta Allah? Ingatlah, segala cinta kita untuk manusia itu hanya merupakan satu cabang daripada cinta Allah yang Maha Besar.
"Aku cinta kepada siapa yang mengenal kami dengan kurnia-kurniaNya dan aku mencintai siapa yang mencintai kami dengan nikmat-nikmatNya. Dia datang kepada kita dengan membawa pemberianNya yang melimpah ruah, tidak terbatas. Dia sangat dekat sekali dengan hati-hati manusia dan mengabulkan segala permohonan. Dia dinamai dengan nama-nama yang indah, Dia memerintahkan untuk memohon kepadaNya. Sungguh Dia Maha Bijaksana lagi Maha Mulia, Maha Dekat lagi Maha Mengabulkan."
Wallahu'alam.
Salam wrt,
(O Allah! Verily, I seek refuge with You from weakness, laziness, senility (of old age), cowardliness, stinginess and the torment of the grave. O Allah! Give my soul its good and purify it, for You are the best to purify it. You are its Guardian and Master. O Allah! Verily, I seek refuge with You from a heart that is not humble, a soul that is not satisfied, knowledge that does not benefit and a supplication that is not answered.)
